Jorong Jajaki Teknologi SkyWay

JBIC, Skyway Indonesia

Jakarta, Jorongpos.com PT Jorong Port Development (JPD) dengan branding Jorong Borneo Integrated City (JBIC)  menggaet PT SkyWay Technologies Indonesia. Kerjasama tersebut merupakan tanda implementasi teknologi SkyWay di bidang transportasi cargo di kawasan industri.

PT Jorong Port Development, Wisnu Soehardjo
Direktur Utama PT Jorong Port Development, Wisnu Soehardjo menandatangani MoU dengan PT SkyWay Technologies Indonesia. (Sumber Foto: Jorongpos.com)

PT Jorong Port Development atau JBIC selaku pengembang swasta di Jorong, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi satu dari 10 proyek yang akan ditindaklanjuti  PT SkyWay di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan MoU di Best Western Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/12/2017).

“Kawasan Industri Jorong itu sangat bagus kami akan membangun sepanjang 10 kilometer, karena lokasinya strategis dan itu bisa menjadi tulang punggung port nasional kita, dari kawasan utara dan selatan bisa masuk. Bahkan itu bisa menjadi alternatif dari beberapa port yang lain, jadi strategisnya jorong port ini undeteable,” ungkap Country Director PT Technologys Indonesia, Madina kepada Jorongpos.com, Jumat (1/12) sore.

Ia menuturkan, nilai project dari 10 proyek yang ada di Indonesia mencapai USD 42.532.000.000 atau setara dengan IDR 575.732.354.552.313 dengan total pembangunan dan implementasi SkyWay sepanjang 4.167.93 Km. Pihaknya juga didukung oleh investor yang mampu mengcover 75% CAPEX Project sehingga sisanya memungkinkan bagi investor lokal maupun masyarakat untuk berpartisipasi sebagai investor dalam implementasi SkyWay tersebut.

“JPD tertarik dengan teknologi SkyWay, karena bersinergi dengan kawasan industri (JBIC), terutama dibidang transportasi. Spesialnya SkyWay ini karena  memiliki teknologi yang konstruksinya lebih murah dan cepat, dan bahan-bahan pendukungnya dari mereka sendiri jadi bebas. Dan bisa dibuat juga oleh kontraktor lokal,” ungkap Presiden Direktur PT JPD, Wisnu Soehardjo.

Keamanan SkyWay yang Teruji

Inovasi SkyWay telah mendapatkan penghargaan UN Habitat dan Golden Chariot sebagai sistem transportasi yang ditinggikan atau mengambang. Tingkat keamanan transportasi, ekologis dan antiteroris sangat dipastikan sebab dengan SkyWay tidak ada persimpangan jalan, penyeberangan pejalan kaki, jalur kontra aliran sehingga menghilangkan tumbukan langsung dan sampung dari rolling stock.

Sementara itu daru struktur rel kereta api bertingkat tinggi memiliki margin keamanan sepuluh kali lipat dan hambatan perusakan, sedangkan stok rolling dilengkapo dengan sistem anti penggelinciran. SkyWay lebih tahan terhadap bencana alam – gempa bumi, tanah longsor, hujan deras, banjir dan kebakaran sebab tidak adanya timbunan tanah.

“Tidak ada dampak berbahaya pada manusia dan lingkungan terutama disebabkan penggunaan motor listrik dan bahan khusus untuk konstruksi komplek transportasi. Dengan SkyWayt asap knalpot, kebisingan, getaran, emisi electromagnetic berkurang 15-20 kali lipar dibandingkan dengan transportasi mobil, dan 2-3 kali lipat dibandingkan kereta api (trem) dan monorel,” ungkap Madina. (APR)

2 thoughts on “Jorong Jajaki Teknologi SkyWay

  1. Marin Muresan says:

    SkyWay Transport System is the best! SkyWay is THE solution to our problem! The right object on the right time and on the right place, our earth!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *